Ads 468x60px

Minggu, 04 November 2012

Mengenal Penyakit Diabetes dan Penyembuhannya


Penyakit kencing manis atau disebut diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit menahun yang ditandai dengan kadar gula darah melebihi nilai normal (hiperglikemia). Kondisi ini timbul terutama disebabkan adanya gangguan pada metabolisme karbohidrat (gula) di dalam tubuh. Gangguan metabolisme tersebut antara lain disebabkan oleh adanya gangguan fungsi hormon insulin di dalam tubuh. Pada penderita DM, gangguan fungsi hormon insulin, akan menyebabkan pula gangguan pada metabolisme lemak, yang ditandai dengan meningkatnya kadar beberapa zat turunan lemak seperti trigliserida dan kolesterol. Peningkatan trigliserida dan kolesterol merupakan akibat penurunan pemecahan lemak yang terjadi karena penurunan aktivitas enzim-enzim pemecah lemak, yang kerjanya dipengaruhi oleh insulin.

Oleh karena itu, kondisi hiperglikemia yang terjadi dalam jangka waktu lama akan menyebabkan perubahan fungsi dan metabolisme tubuh, termasuk metabolisme lemak. Perubahan-perubahan tersebut dapat menyebabkan kerusakan jaringan, dan kerusakan jaringan inilah yang akan menimbulkan komplikasi-komplikasi. Sementara itu komplikasi kronik DM merupakan faktor resiko utama timbulnya penyakit jantung koroner, penyumbatan pembuluh darah, serebro-vaskuler (stroke), gagal ginjal, gangguan penglihatan, dan lain-lain.

Oleh karena itu jika dibiarkan tidak terkendali, DM dapat menimbulkan penyakit atau komplikasi-komplikasi lain yang dapat berakibat fatal. Berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan trigliserida merupakan faktor resiko independen yang kuat untuk penyakit jantung koroner, dan pada wanita peningkatan trigliserida berkorelasi dengan peningkatan resiko penyakit jantung koroner mencapai 30 persen.

Penderita DM tidak perlu takut karena resiko timbulnya komplikasi diabetik dapat diantisipasi dengan jalan mengontrol dan mengendalikan kadar gula darah dalam jangka panjang. Pengendalian kadar gula darah secara ketat akan memperbaiki pula kadar trigliserida dan kolesterol pada penderita DM sehingga faktor risiko terkena komplikasi DM dapat dikurangi.

Pemeriksaan laboratorium merupakan bagian penting dalam menanggulangi DM, baik untuk menemukan penyebabnya, diagnosis, pemantauan, maupun deteksi dini adanya komplikasi. Pemeriksaan kadar gula darah di laboratorium yang biasa dilakukan selama ini, umumnya hanya mencerminkan kadar gula darah sesaat, karena hasil pengukuran sangat dipengaruhi oleh faktor makanan, olah raga, emosi, maupun oleh obat-obat yang diminum. Penentuan seseorang menderita DM tidak dapat dilakukan hanya dengan satu kali pemeriksaan kadar gula darah. Oleh karena itu dokter perlu melakukan pemantauan melalui beberapa kali pemeriksaan, disamping juga anjuran untuk mengatur pola makan dan berolah raga. Mengatur pola makan, apalagi atas rekomendasi ahli gizi yang telah diperhitungkan secara seksama, bertujuan mengelola kadar gula maupun kadar lemak darah sesuai kebutuhan tubuh. Berolah raga secara teratur dapat juga membantu menurunkan kadar gula darah karena dengan berolah raga, gula darah dapat dengan mudah dimetabolisme oleh sel-sel tubuh.

Di dalam tubuh kita terdapat sel-sel darah merah yang mengandung hemoglobin, dengan fungsi utama mengikat/menangkap oksigen yang sangat diperlukan tubuh. Dalam keadaan normal, hemoglobin ini dalam kadar tertentu mengikat pula berbagai macam zat lain, salah satunya ialah mengikat glukosa (gula darah). Ikatan antara hemoglobin dengan glukosa ini disebut glikohemoglobin dan diberi kode HbA1C. Glikohemoglobin ini sangat stabil di dalam darah, sehingga pengukuran kadar HbA1C dapat mencerminkan kadar gula di dalam darah. Oleh karena sel-sel darah merah kita memiliki umur kurang lebih tiga bulan (120 hari), maka hasil pengukuran HbA1C dapat mencerminkan kadar gula darah hingga kurang lebih tiga bulan sebelum pemeriksaan.

Berdasarkan hal tersebut, pengukuran kadar HbA1C dapat digunakan sebagai indikator kontrol diabetes yang sangat bagus. Sebagai gambaran kami sampaikan bahwa berdasarkan Konsensus DM Indonesia tahun 1998, nilai HbA1C 4 sampai 5,9 persen menunjukkan pengendalian DM berjalan baik. Dewasa ini telah banyak dokter menyertakan pemeriksaan HbA1C dalam rujukannya guna memantau kadar gula darah pasien, apakah cukup terkendali. Pemantauan kadar gula darah melalui pemeriksaan HbA1C lebih mudah dilakukan karena pasien tidak perlu puasa sebelum pengambilan darah.

Di bawah ini adalah pengalaman Bapak Suwiran di Jakarta, seorang penderita DM yang telah berhasil sembuh Setelah Berlatih Falun Dafa:

Di sini saya ingin membagi sedikit pengalaman saya setelah Xiulian Falun Gong, pengalaman saya dalam peningkatan Xinxing, perubahan pandangan hidup manusia serta peningkatan kesehatan tubuh saya dan penyembuhan penyakit.

Nama saya Suwiran, umur 68 tahun, mulai belajar Falun Gong bulan November 1997. Sampai sekarang sudah 3 tahun lebih. Sebelum latihan, saya adalah seorang penderita kencing manis sekitar 18 sampai 19 tahun lebih. Penyakit kencing manis sangat merisaukan, badan sangat lemah, tidak bersemangat dan merasa capai, malas, maunya tidur terus, banyak minum, makan dan kencing. Setelah diperiksa dokter, hasil diagnosa laboratorium menunjukkan kadar gula mencapai 300-400 derajat (3+/4+), dengan kondisi begini biasanya penyakit ini sudah termasuk sangat parah. Dokter pesan, kena penyakit kencing manis harus banyak olahraga, tidak boleh makan gula, makan juga harus dikurangi.

Setiap hari harus makan obat untuk menurunkan gula. Dokter masih mengatakan sampai sekarang penyakit kencing manis masih belum dapat disembuhkan, jika tidak menjaganya baik-baik, masih bisa mengakibatkan timbul penyakit lain, seperti penyakit ginjal, jantung, darah tinggi, liver, kornea mata dan lain-lain. Selain itu, penyakit seperti pilek, batuk, sakit kepala, leher pegal, sakit perut dan mencret-mencret juga sering terjadi. Seluruh badan saya penuh dengan penyakit, setiap hari tidak dapat melepas diri dari obat, biaya pengobatan juga tak sedikit, beberapa puluh tahun ini, hati saya tidak tenang, muram, perasaan khawatir dan tidak gembira, dengan obat saya berjuang agar tetap dapat hidup normal, merasa menjadi manusia sangat tidak berguna, lahir, tua, sakit, mati memang inilah perjalanan hidup dari manusia biasa.

Pada suatu pagi hari, ketika saya sedang berjalan kaki di pagi hari, saya melihat para praktisi sedang latihan meditasi di suatu lapangan. Saya mengetahui duduk bermeditasi adalah suatu metode Gong yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan spiritualitas dan menyehatkan badan. Saya juga tidak tahu itu adalah Falun Gong. Orang yang memiliki takdir pertemuan pasti akan mendapatkan Fa. Saya tidak berpikir panjang lagi, langsung saja saya bergabung dengan mereka Xiulian (latihan kultivasi) Falun Gong, setelah Xiulian satu masa, saya merasakan semangat lebih baik dari dulu, badan terasa enteng, hati juga terasa tenang. Tempat latihan kami di Citra I Kalideres, Jakarta Barat, mulai jam 04:30 WIB duduk meditasi satu jam, latihan gerakan satu jam, dilanjutkan membaca buku Dafa Zhuan Falun beserta buku-buku Guru Li Hongzhi lainnya selama satu jam, tidak peduli apakah hujan lebat atau angin kencang, panas terik, kami setiap hari tetap Xiulian, gigih maju sungguh-sungguh berkultivasi.

Dari membaca buku Zhuan Falun saya memahami apa yang dikatakan Guru: "Manusia sakit, sebenarnya bukanlah berpenyakit, itu disebabkan karena pada masa lalu Anda berbuat yang tidak baik, disebabkan karena karma yang terakumulasi dalam beberapa kali kehidupan sebelumnya, hingga terjadilah yang disebut penyakit atau penderitaan lainnya, hari ini Anda sakit, mengalami penderitaan, sebenarnya Anda sedang membayar karma…." Saya juga menyadari perkataan Guru: "Berkultivasi tergantung Anda sendiri, evolusi Gong (energi kultivasi) tergantung pada Shifu", harus berlaku sebagai standar seorang praktisi, memenuhi persyaratan yang diminta bagi seorang yang Xiulian (berkultivasi dan berlatih), menyingkirkan keterikatan hati tentang penyakit, memutuskan, melepaskan konsep tentang berpenyakit, hingga penyakit akan sembuh dan mencapai kondisi yang tak berpenyakit. Pada awalnya susah memahaminya, akhirnya saya memutuskan lebih banyak baca buku, banyak belajar Fa, ditambah dengan latihan lima perangkat metode Gong.

Setelah itu, saya sudah tidak makan obat lagi, tidak juga berobat ke dokter, makanan yang manis juga makan, ikuti saja sebagai mana mestinya, dalam pikiran saya sudah tidak sakit lagi, setelah lewat 3 bulan, tak ada refleksi tubuh saya yang tidak baik, tapi dalam hati masih belum terima, masih ingin tahu apakah saya benar-benar sudah tidak sakit? Saya lantas menguji dengan alat untuk mengetes kondisi kencing manis saya, wah celaka, angkanya menunjukkan 288 derajat (3+), yang normal adalah 140-150 derajat, tapi dalam hati saya berpikir tidak ada apa-apa, pikiran dalam hati tidak berubah, ini adalah Guru sedang menguji saya. Setelah 3 bulan saya mengetes lagi ingin melihat hasilnya bagaimana, aneh sekali, alat tes saya ini sudah bermasalah, tak menunjukkan apa-apa, setelah diperbaiki saya coba lagi, walaupun bisa nyala, tapi tak menunjukkan angka yang normal, saya berpikir alat ini sudah benar-benar tidak bisa dipakai, oleh sebab itu tidak usah dihiraukan lagi, sampai sekarang penyakit berat apa pun juga tidak kambuh, setiap bulan masih bisa menghemat biaya dokter 200.000 rupiah..

Ada orang mengetahui Falun Gong sangat baik, orang datang ingin Xiulian, pada umumnya juga ingin menyehatkan tubuh menyingkirkan penyakit. Tujuan Xiulian Falun Gong bukanlah untuk menyehatkan tubuh, menyingkirkan penyakit. Menyehatkan tubuh dan menyingkirkan penyakit adalah Xiulian Qigong pada tingkat rendah. Ada Dafa (Maha hukum) dari Guru membimbing kita berkultivasi menuju tingkat tinggi, lebih banyak membaca buku, lebih banyak belajar Fa, meningkatkan Xinxing, larut dalam Fa, berevolusi dengan karakteristik alam semesta "Sejati-Baik-Sabar" ditambah dengan latihan gerakan, secara gigih sungguh-sungguh berkultivasi, Anda akan mengetahui, apa yang Anda dapat adalah menuju kesempurnaan.

0 komentar:

Poskan Komentar